Desain apapun, misalnya web, brosur, majalah, buku dan lain-lain dibuat dengan memperhatikan prinsip desain grafis sebagai berikut:
· Komunikatif. Berhubungan dengan corporate identity, isi pesan serta audiens. Desain web untuk media berita seperti koran tidak sama dengan desain web untuk site yang menampilkan karya seni. Web yang ditujukan untuk anak muda tidak sama dengan web yang ditujukan untuk orang dewasa atau organisasi. Contohnya anak-anak akan sulit membaca teks dengan variasi font yang banyak. Semua elemen yang ditempatkan pada halaman web mempunyai makna tidak hanya sekedar pengisi ruangan.
· Estetis. Desain web yang tidak memperhatikan keindahan biasanya jarang dikunjungi oleh pengguna, karena pengguna hanya mengunjungi web tersebut sekali saja. Walaupun demikian terdapat desain yang tidak memerlukan keindahan dengan alasan tertentu, misalnya nama sudah terkenal sehingga apapun interfacenya tidak akan mempengaruhi audiens. Keindahan tampilan web akan selalu diingat audiens.
· Ekonomis. Desain web harus memperhatikan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan. Semakin berat ukuran sebuah web, maka akan semakin lambat proses loading pada saat audiens mengakses web tersebut. File animasi yang biasa memiliki ukuran file berat, meskipun secara estetis memeuhi selera, tetapi jika mengakibatkan pengunjung menunggu lama, maka web tersebut akan ditinggalkan.
File Grafis
Secara umum, ada dua jenis file grafis, yaitu vektor dan bitmap. Menurut Norton (2006), grafis vector adalah grafis yang dihasilkan melalui perhitungan matematis yang menentukan komposisi warna, ketebalan, dan posisi. Jadi jika gambar dibesarkan tidak akan terlihat kotak-kotak atau sering disebut ”pecahpecah”. Biasanya file jenis ini bersifat incompatible yang artinya file tidak bias dibuka di sembarang software grafis selain melalui software pembuatnya, atau dengan terlebih dahulu dikonversi menjadi bitmap. Contoh software vector adalah CorelDraw, Adobe Illustrator, dan Macromedia Freehand.
Sedangkan grafis bitmap adalah grafis yang terbentuk dari kumpulan titiktitik atau pixel dalam tampilan layar komputer, dan jika gambar diperbesar melebihi ukuran normal, akan terlihat kotak-kotak/pixel-nya. Format file bitmap bersifat compatible atau mampu dibuka di berbagai software grafis,
misalnya JPG, BMP, GIF, dan PNG. Contoh software pengolah bitmap adalah Adobe Photoshop, Paint, Gertrudis, Microsoft Paint, Artrage, dan sebagainya.
Berikut adalah contoh gambar yang dihasilkan dengan software grafis vector (kiri) dan bitmap (kanan):
Gambar. Verktor dan Bitmap
Dari penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa dasar pemilihan software vektor atau bitmap terutama ditentukan oleh tujuan atau output yang diinginkan. Software vektor cenderung digunakan untuk keperluan cetak/printing besar, atau output dengan ukuran yang fleksibel yang setiap saat dapat diperkecil atau diperbesar dengan kualitas grafis yang tetap sama.
Sedangkan bitmap digunakan ketika Anda hanya ingin menghasilkan output untuk tampilan di layar monitor, cetak print PC atau cetak foto saja, karena perbesaran resolusi bitmap akan memperburuk kualitas warna gambar. Namun pada prakteknya, tak jarang desainer tetap menggunakan bitmap untuk keperluan percetakan besar dengan kualitas file yang besar pula (biasanya resolusi minimal adalah 300 pixel per-inch dengan ukuran objek aktual). Hal ini mungkin dilakukan karena keterbatasan fitur dan variasi efek pada software vektor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar